Membaca

Iqra! Read! Lesen! Lire! Letto! Yomu! Ilg-gi! BACALAH!!!

membaca bocah

 

Mengapa Harus Membaca ?

  • Dengan membaca orang membentuk kemampuan berpikir lewat proses : menangkap gagasan / informasi, memahami, mengimajinasikan, mengekspresikan, mengalami pencerahan, dan menjadi kreatif.
  • Gemar membaca meningkatkan kualitas kehidupan pribadi.
  • Membaca buku adalah sarana utama untuk mengaksessumber informasi dan pengetahuan.
  • Gemar membaca menyebabkan orang mandiri dalam mencari pengetahuan : tidak tergantung pada sekolah, les, training, seminar, dsb.
  • Dalam abad elektronik, membaca semakin penting sebab informasi tertulis membanjir lewat buku maupun media elektronik.

Kapan Kegemaran Membaca Perlu Ditanamkan ?

Menurut Penelitian para ahli pendidikan, pembentukan potensi belajar tiap orang terjadi dengan perkembangan sebagai berikut :
50% pada usia 0 – 4 Tahun
30% pada usia 4 – 8 Tahun
20% pada usia 8 – 18 Tahun

Usia balita adalah masa pembentukan. Tanamkan kebiasaan membaca,
selagi otak anak mengalami masa perkembangan paling pesat.

Belajar Membaca Sejak Dini

Tidak ada aturan baku untuk anak mulai belajar membaca, bahkan  bisa dimulai sejak dini Рsejak anak masih berada dalam kandungan. Ibu perlu banyak latihan mengucapkan atau menyenandungkan huruf dan menyukai membaca. Pengaruhnya agar janin sejak dini sudah ikut merasakan proses belajar membaca, tentu nya kelek agar ia mencintai buku. Namun, tentu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebelum mengajari mereka membaca, diantaranya:

  • Lakukan secara bertahap dan tidak tergesa-gesa. Karena anak-anak pada umumnya belum dapat berkonsentrasi, kita sebagai orangtua yang dituntut untuk lebih bersabar.
  • Belajar sambil bermain. Dunia anak-anak adalah bermain. Mereka cenderung tidak bisa diam di satu tempat dalam waktu yang lama dan selalu ingin bergerak kesana kemari. Maka jadilah orangtua yang cerdas. Yakni mampu menggabungkan unsur pembelajaran dalam permainan mereka.
  • Jangan tetapkan terlalu banyak target. Maksimal, dalam satu hari kita hanya mengajarkan 5 huruf atau 5 kata saja. Jika terlalu banyak, mereka akan cenderung jenuh dan bosan.
  • Jangan menambah materi sebelum mereka benar-benar hafal dan menguasainya.
  • Lakukan kegiatan dengan rileks dan santai. Anak-anak tidak bisa kita paksa untuk serius seperti orang dewasa. Kegiatan belajar haruslah sesantai dan semenyenangkan mungkin bagi mereka. Jika mereka telah merasa enjoy, tentunya akan sangat mudah mengajak mereka untuk belajar lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *